Signal dalam elektronika digital di lambangkan dengan notasi aljabar 1 dan 0. Notasi 1 ini melambangkan
terjadinya hubungan dan notasi 0 melambangkan tentang tidak terjadinya
hubungan. Contoh paling gampang dari sinyal digital ini adalah saklar
lampu. Ketika kita menekan tombol ON maka terjadi hubungan sehingga di
notasikan 1, dan ketika kita menekan tombol OFF maka bilangan notasi
akan berlaku sebaliknya.
Elektronika igital merupakan aplikasi dari bilangan aljabar boolean yang dapat di gunakan
dalam berbagai bidang elektronik, seperti komputer, telpon dan berbagai
perangkat elektronik lainnya. Keuntungan dari elektronik ini adalah
mempunyai sistem antar muka yang mudah di kendalikan dengan komputer dan
perangkat lunak lainnya, jadi penyimpanan informasi dapat jauh lebih
mudah di lakukan dalam sistem digital di bandingkan dengan analog.
Kelemahan dari elektronika ini terdapat pada beberapa sistem digital
yang membutuhkan lebih banyak energi jadi mengakibatkan lebih mahal dan
mudah rapuh. Dalam rangkaian elektornika digital tidak di kenal dengan
istilah tegangan negatif atau pun positif seperti halnya elektronika
analog tetapi hanya di kenal 3 tegangan, yaitu Low (0), High (1) dan
High Impedance di mana tidak ada hubungan antara input dan output.
Untuk dapat menjalankan sebuah rangkaian elektronika digital, di butuhkan power supply yang di gunakan harus benar benar
stabil sesuai spesifikasi IC di gital yang di pakai misalnya untuk IC
TTL 74 XX harus di satukan dengan tegangan input DC 5 volt stabil,
sedangkan IC CMOS 40 XX harus di satukan dengan tegangan DC 5 – 12 volt
stabil.
Dalam sistem elektronika digital, penyusunan sebuah komponen tidak
dapat di lepaskan dari gerbang logika yaitu gerbang logika gates yang
dapat di integrasikan dalam sebuah komponen IC (Integrated Circuit) yang
sebenarnya merupakan susunan dari komponenkomponen elektronika seperti transistor, kapasitor dan resistor.
